
Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 pukul 14.55 wib dengan kekuatan 7,3 skala richter berakibat hilangnya harta benda dan jiwa masyarakat di kabupaten Tasikmalaya . Gempa ini disebabkan oleh adanya pergerakan lempeng dengan kedalaman 30 Km dan berjarak 142 km dari Tasikmalaya, Jawa barat, Indonesia.
Korban yang didominasi oleh kelompok masyarakat dengan tingkat penghidupan miskin ini berdampak kepada musnahnya harta benda dan jiwa. Tidak kurang dari 100 orang dinyatakan tewas akibat gempa ini. Sedangkan puluhan lainnya masih belum diketahuinya nasibnya, karena tertimbun reruntuhan rumah dan tanah longsor.
Berdasarkan hasil pencatatan cepat yang dilaksanakan oleh WALHI, tercatat 97 jiwa tewas, 3720 rumah hancurdan rusak berat. Fasilitas umum seperti masjid dan perkantoran pemerintah juga tidak luput dari kehancuran dan lebih dari 5000 orang mengungsi.
WALHI sebagai organisasi advokasi dengan salah satu fokus kerjanya adalah pengelolaan terhadap bencana sekarang sedang berusaha mengumpulkan bala bantuan untuk mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban bencana gempa ini.
Tindakan yang dilaksanakan adalah:
I. FASE TANGGAP DARURAT:
Fase ini bertujuan untuk untuk memastikan korban selamat atau terselamatkan atau tidak semakin parah
1. Melakukan respon cepat untuk mengumpulkan data dan informasi sebagai basis argumentasi guna menentukan strategi penanganan ditingkat lanjut.
2. Melakukan distribusi bantuan berupa kebutuhan dasar untuk bertahan hidup terutama kepada korban yang sulit dijangkau.
3. Mengorganisir dan mengirimkan relawan ke lokasi bencana untk membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi mereka.
II. FASE REHABILITISI
Pada fase ini, WALHI akan melakukan kerja-kerja Advokasi dengan tujuan memastikan pihak-pihak berwenang seperti pemerintah menjalankan kewajibannya memenuhi hak-hak dasar korban dan kebawah memastikan rakyat mampu mengorganisir dirinya sendiri (penguatan).
1. Menyiap pusat informasi untuk memastikan terdistirbusinya bantuan kepada kelompok tepat sasaran.
2. Melakukan penguatan kepada masyarakat korban dengan tujuan agar mereka dapat cepat pulih dari kondisi trauma akibat bencana.
Prinsip yang digunakan dalam kerja-kerja pengelolaan bencana ini adalah bagaimana masyarakat dapat pulih oleh mereka sendiri. Tanggungjawab dan tugas WALHI adalah memberikan jalan kepada mereka agar dapat kembali pulih lebih cepat.
Demikian panggilan untuk membantu korban bencana gempa ini diserukan dengan harapan kita dapat membantu masyarakat dalam menjalankan agenda-agenda dalam menjalankan kehidupan yang normal kembali.
Bantuan dapat anda dikirimkan ke
Posko Nasional Tanggap Bencana:
Jl. Tegal parang Utara No 14, Jakarta, Indonesia
No rekening 070 000 400 9002
Atas nama: yayasan WALHI
Swift code: BEIIIDJA
Bank mandiri cab mampang jalan mampang raya No 61, Jakarta, Indonesia