:: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ::

first
  
last
 
 
start
stop
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)
  • Mendaftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
You are here: Kampanye Pengelolaan Bencana Siaran Pers Hindari Politik Tikus, Kembalikan Bakrie Award!

Hindari Politik Tikus, Kembalikan Bakrie Award!

E-mail Cetak PDF
Kucing datang,Cepat ganti muka
Segera menjelma, Bagai tak tercela
(Tikus-Tikus Kantor, Iwan Fals)


Cuplikan lagu Iwan Fals yang berjudul “Tikus-Tikus Kantor” menggambarkan prilaku manusia yang mengikuti sifat tikus. Meskipun salah, karena kelihaiannya, seakan-akan menjadi seorang malaikat yang tak tercela.

Anehnya, beberapa waktu yang lalu, mantan petinggi Group Bakrie yang juga Ketua Umum Partai Golkar menyerukan kepada kader partai, yang besar di era rejim otoriter orde baru itu, untuk meniru prilaku tikus dalam berpolitik.

Sementara sebelumnya, dihadapan para komunitas bloger, Aburizal Bakrie dengan lantangnya mengatakan tidak merasa bersalah dalam kasus semburan lumpur Lapindo. Ia seakan mengabaikan bahwa mayoritas pakar pemboran internasional mengungkapkan bahwa semburan lumpur di Sidoarjo bukan bencana alam namun akibat aktivitas pemboran Lapindo, perusahaan milik Group Bakrie. Hal yang sama juga diungkapkan oleh hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Untuk menyembunyikan kejahatan itulah, Aburizal Bakrie menggunakan instrumen Partai Golkar dan Sekretariat Gabungan Partai Koalisi.

Intelektual dan budayawan tentu sangat berperan dalam membela masyarakat yang menjadi korban semburan lumpur Lapindo ini. Kebenaran dan keadilan harus ditegakan. Para intelektual dan budayawan harus mulai berani menyuarakan nuraninya. Korban lumpur Lapindo harus mereka bela.

Namun penghargaan Bakrie Award sangat mungkin akan membuat para intelektual dan budayawan itu enggan dan ragu untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam kasus semburan lumpur Lapindo.

Untuk itu, Gerakan Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan Korban Lumpur Lapindo menyerukan kepada para penerima Bakrie Award, untuk mengembalikan Bakrie Award. Dengan mengembalikan penghargaan, para intelektual dan budayawan itu menjadi bebas untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam kasus lumpur Lapindo. Tentu saja dengan mengembalikan Bakrie Award, para intelektual dan budayawan itu juga terhindar dari ancaman politik tikus yang memiliki karakter licik dan culas.

Gerakan Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan Korban Lumpur Lapindo
Jatam, Kontras, Kiara, Walhi, Satu Dunia, LBH Masyarakat, GMLL, UPC,
Imparsial, YLBHI, ICEL, UPLINK, Institut Hijau Indonesia, KAU, Lapis
Budaya, SAKSI, Solidaritas Perempuan, HRWG


Kontak Media


1. Direktur Walhi Nasional Berry Nadian Furqon +628125110979
2. Koordinator Jatam Andree Wijaya +628129459623
3. Institut Hijau Indonesia Selamet Daryoni +6281584197713
Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."