Korban kekerasan polisi, kerana menuntuk Hak
| Share |
Berikut Kronologis Bentrok Mahasiswa – Polisi di Palopo, Tiga Orang Tertembak Peluru Tajam
Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (30/3/2012),
Berikut Kronologis Aksi Penolakan kenaikan harga BBM oleh Aliansi Mahasiswa Palopo:
Pukul 08.00 : massa mahasiswa perkiraan lebih dari 1000 orang yang bergabung dalam aliansi ini berkumpul di depan kantor walikota menuntut Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palopo untuk bertanggung jawab atas pembongkaran tenda Posko Kenaikan Harga BBM di depan kantor Walikota Palopo. Aksi Demosntrasi ini berlangsung sampai pukul 10.00.
Pukul 10.00 : Massa Aliansi Mahasiswa Palopo bergeser ke Kantor DPRD Kota Palopo yang berjarak 100 meter dari kantor walikota palopo. Setelah massa sudah kumpul di kantor DPRD semua perwakilan lembaga menyampaikan orasinya masing-masing. Orasi berlangsung sampai pukul 12.00 untum menunggu sholat jum’at. Mahasiswa yang di pimpin langsung Jendral Lapangan untuk sholat berjamaah di halaman kantor DPRD. Tepat pukul 12.30 sholat bersama selesai.
Pukul 12.30 : Massa kembali melanjutkan orasinya.
Pukul 13.00 : Tim Lobi sebanyak 5 orang yang di pimpin langsung oleh Jendral Lapangan (Hismul Imam) melakukan negosiasi dengan Kapolres Kota Palopo, ketua DPRD Kota Palopo dan Kasat POL-PP Kota Palopo untuk menerima mahasiswa untuk dengar pendapat dari semua anggota DPRD dalam menyikapi kenaikan Harga BBM.
Negosiasi yang di lakukan Tim Lobi tadak menuai hasil yang di inginkan melainkan ke 5 orang tim lobi tersebut di pukuli oleh pihak kepolisian dan Pol-PP, dan preman yang dimobilisir oleh H. Hendry ghalib (Anggota DPRD dari partai PNBK) ke 5 tim lobi tersebut berlimang darah hingga di larikan kerumah sakit terdekat (RS. At-Medika). Yang ironisnya didalam gedung DPRD Kota Palopo sudah banyak preman yang sudah siap menghantam para mahasiswa yang di panggil salah satu oknum anggota DPRD dari partai PNBK (H. Hendry ghalib).
Berselang 15 menit, massa mahasiswa akhirnya terpicu dengan ulah kopolisian dan Satpol PP. Massa Mahasiswa akhirnya merusak gedung DPRD kota palopo dengan melempari batu sampai semua kaca kantor hancur. Perlawanan dari kopolisian pun semakin menjadi-jadi hingga banyak mahasiswa yang terluka akibat pemukulan polisi.
Massa mahasiswa di pukul mundur oleh kepolisian, satpol pp dan preman-preman ke depan gerbang kampus Uncokro Palopo. Pemukulan mundur ini berlangsung selama 20 menit.
Korban semakin banyak berjatuhan 12 orang mahasiswa terluka parah di bagian kepalanya yang di pukuli dan di lempari aparat kepolisian dengan batu dan kayu keras.
Pukul 13.50 : massa mahasiswa berkumpul di sepanjang Jl. Anggrek kembali menyerang balik kepolisian hingga kembali menduduki kantor DPRD. Massa mahasiswa merusak mobil salah satu milik anggota DPRD dari Fraksi Demokrat. Selama samapi jam 14.40 mahasiswa menduduki gedung DPRD kembali massa mahasiswa kembali di pukul mundur dengan dilempari tiga buah Gas Air mata, 15 Mahasiswa jatuh pingsan dan puluhan mahasiswa mengalami gangguan pernapasan. 13 mahasiswa ditengkap oleh kepolisian. Massa mahasiswa kembali mudur di depan gerbang kampus UNCOKRO.
Pukul 15.00 : semua perwakilan dari seluruh lembaga yang bergabung dalam aliansi ini berkumpul untuk mengkonsolidasikan kembali settingan aksi. Hasil dari kesepakatan rapat massa kembali menduduki kantor DPRD.
Pukul 16.00 : massa mahasiswa kembali menduduki kantor DPRD. Selama 20 Menit mahasiswa menduduki kantor DPRD, karena massa sudah tidak bisa di koordinir akhirnya kerusuhan kembali terjadi, Massa mahasiswa melempari gedung DPRD dan merusak Pos Jaga POL-PP. Polisi kembali terpancing dengan aksi massa mahasiswa, dan saling lempar terjadi kembali antara mahasiswa vs kepolisian, Satpol PP dan Preman.
Akibat dari kejadian itu, polisi semakin membabi buta dan melepaskan tembakan kearah mahasiswa, 2 orang mahasiswa tertembak peluru tajam, satu di betis kanan, yang satunya tertembak di lengan kirinya, dan seorang warga yang melintas di tempat kejadian juga terkena peluru nyasar polisi dipaha kanannya. 8 orang mahasiswa terkena batu di kepala hingga berlumuran darah. massa Mahasiswa tetap bertahan di sepanjangg jalan.
Kembali massa mahasiswa di pukul mundur oleh kepolisian hingga massa mahasiswa tidak terkordinir dari koordinator lembaga masing-masing. Tepat pukul 17.45 massa mahasiswa terhambur dan menyelamatkan dirinya masing-masing karena kepolisian membubarkan dengan menembaki massa mahasiswa dengan peluruh tajam.
Catatan :
2 mahasiswa tertembak peluruh tajam di rawat di rumah sakit At-Medika palopo Atas nama : Wahyudin dan Suprianto Mahasiswa Univ. Cokroaminoto Palopo.
1 warga terkena peluru tajam dipaha kanan atas nama : Zulkifli dirawat di rumah sakit At-Medika palopo.
8 mahasiswa yang luka berat di kepala : rumah sakit At-Medika palopo
23 mahasiswa luka ringan : rumah sakit At-Medika palopo
8 mahasiswa yang di tangkap oleh pihak kepolisian Kota Palopo
1 orang Mahasiswa yang sempat ditahan oleh pihak kepolisian atas Risman mengaku sempat di setrum listrik dan dipaksa mengaku melakukan pelemparan dan pengrusakan kantor gedung DPR Kota palopo oleh oknum polisi atas nama ma’ruf di ruang interogasi POLRES Kota Palopo.
Baca lebih lengkap : http://goo.gl/5g4no

















